Belajar dari kasus. Bekerja dengan data. Ilustrasi pembelajaran
3
Jenjang program Officer · Associate · Professional
2
Kelas pengayaan Data Driven – Risk Maturity
>60%
Porsi praktik Dalam rancangan kurikulum
PROGRAM PELATIHAN
Kompetensi yang tepat, untuk setiap peran.
Dari pelaksana hingga pengambil keputusan. Temukan jenjang sertifikasi dan kelas pengayaan yang sesuai dengan kebutuhan tim Anda.
01
Level 1 • 3 hari · 24 JP
Risk Officer
Bangun disiplin identifikasi dan pencatatan risiko di unit kerja.
UNTUK
Entry level hingga Senior Staff
02
Level 2 • 4 hari · 32 JP
Risk Associate
Ubah pemetaan risiko menjadi indikator dan tindakan yang terukur.
UNTUK
Supervisor hingga Middle Management
03
Level 3 • 4 hari · 32 JP
Risk Professional
Tempatkan risiko dalam keputusan strategis dan tata kelola.
UNTUK
Senior Management hingga Dewan Komisaris
04
Pengayaan • 2 hari · 16 JP
Data-Driven Risk Management
Kelola data risiko menjadi informasi yang membantu keputusan.
UNTUK
Risk Officer dan Risk Associate yang mengelola data risiko
05
Pengayaan • 2 hari · 16 JP
Risk Maturity Acceleration
Susun langkah nyata untuk meningkatkan kematangan risiko.
UNTUK
Pimpinan dan tim unit manajemen risiko
5 program ditampilkan
Durasi merupakan rancangan awal. Persyaratan peserta, LSP mitra, dan skema sertifikasi dikonfirmasi sebelum pendaftaran.
SISTEM INFORMASI MANPRO
Dari pemahaman. Menjadi cara kerja.
Hubungkan materi pelatihan dengan pekerjaan sehari-hari. Praktikkan pencatatan, analisis, dan pemantauan risiko menggunakan sistem Manpro.
01 / CATAT DENGAN TERSTRUKTUR
Risiko yang jelas. Tanggung jawab yang jelas.
Peserta menyusun register dari studi kasus unit kerja: menghubungkan tujuan, peristiwa risiko, penyebab, dampak, dan pemilik risiko dalam satu alur.
Kenali risiko pada proses kerja.
Tuliskan sebab–peristiwa–dampak.
Tetapkan pemilik risiko untuk ditindaklanjuti.
Register risikoDATA CONTOH
Unit Pengadaan · Studi kasus pelatihan
Risiko
Pemilik
Prioritas
R-01Keterlambatan material
Pengadaan
Tinggi
R-02Dokumen tidak lengkap
Administrasi
Sedang
R-03Perubahan jadwal
Operasional
Sedang
Satu struktur pencatatan untuk diskusi yang lebih terarah.
02 / PAHAMI PRIORITASNYA
Lihat mana yang perlu ditangani lebih dahulu.
Latih penilaian kemungkinan dan dampak, lalu baca peta risiko. Bahas alasan di balik setiap skor agar prioritas memiliki konteks yang dapat dijelaskan.
Gunakan kriteria yang disepakati.
Bandingkan tingkat risiko pada matriks.
Diskusikan fokus penanganan tim.
Peta risiko 5 × 5DATA CONTOH
R-01 · Kemungkinan 4 / Dampak 4
Kemungkinan ↑
R-01
Dampak →
Kriteria dan batas tingkat risiko mengikuti organisasi.
03 / SUSUN TINDAKAN NYATA
Rencana yang bisa dijalankan dan dipantau.
Hubungkan risiko dengan langkah mitigasi, penanggung jawab, target waktu, dan bukti pelaksanaan. Peserta berlatih menyusun tindakan yang cukup jelas untuk ditindaklanjuti.
Ubah usulan menjadi rencana aksi.
Lengkapi PIC dan target penyelesaian.
Tinjau perkembangan dan hambatannya.
Rencana mitigasiDATA CONTOH
R-01 · Keterlambatan material
Berjalan
Konfirmasi jadwal pemasok
PIC: Tim Pengadaan · Target: Minggu 1
Direncanakan
Siapkan pemasok alternatif
PIC: Kepala Pengadaan · Target: Minggu 2
Selesai
Tinjau kebutuhan material kritis
PIC: Tim Operasional · Bukti: Daftar kebutuhan
04 / JADIKAN DATA BERMAKNA
Informasi yang membantu keputusan.
Susun indikator risiko utama (KRI), pahami ambang batasnya, dan rangkum perkembangan mitigasi. Latih cara menyampaikan temuan yang relevan kepada pimpinan.
Lebih siap di kelas. Lebih terarah di tempat kerja.
Peserta membawa cara berpikir dan hasil latihan yang dapat ditelaah, disempurnakan, lalu dikembangkan kembali di organisasi.
01
Pencatatan lebih konsisten
Tim belajar memakai struktur dan istilah yang sama saat menyusun informasi risiko, sehingga lebih mudah ditinjau bersama.
02
Prioritas lebih mudah dibahas
Penilaian disertai alasan dan konteks. Diskusi dapat berfokus pada risiko yang paling perlu mendapatkan perhatian.
03
Tindak lanjut lebih jelas
Setiap rencana dilengkapi penanggung jawab, target, dan status. Tim memahami apa yang perlu dikerjakan dan dipantau.
04
Pelaporan lebih berguna
Peserta berlatih memilih informasi yang membantu manajemen melihat masalah dan menentukan tindakan berikutnya.
CARA BELAJAR
Satu perjalanan, dari belajar hingga menerapkan.
Rancangan perjalanan peserta menghubungkan pemetaan kebutuhan, praktik, asesmen, dan evaluasi penerapan.
01 / SEBELUM KELAS
Petakan kebutuhan
Pre-test, pemetaan kompetensi, dan penempatan jenjang. Peserta menyiapkan proses kerja serta data yang sudah dianonimkan.
02 / SELAMA KELAS
Praktik dengan Manpro
Lokakarya dan studi kasus dipraktikkan menggunakan sistem Manpro. Peserta mendapat umpan balik atas register, penilaian risiko, dan rencana mitigasinya.
03 / SETELAH KELAS
Terapkan & evaluasi
Asesmen sesuai program, rencana aksi 30 hari, dan evaluasi penerapan pada hari ke-90 dalam rancangan program.
Bagaimana kompetensi dinilai?
Untuk jenjang sertifikasi, rancangan program mencakup uji kompetensi oleh asesor LSP. Keputusan Kompeten atau Belum Kompeten mengikuti asesmen, bukan sekadar kehadiran.
Pelatihan yang mengikuti kebutuhan organisasi Anda.
Pilih jenjang, jumlah peserta, dan moda pelaksanaan. Studi kasus serta jadwal disusun mengikuti kebutuhan organisasi.
01 / FONDASI
Bangun Fondasi Risiko
Bangun disiplin pencatatan risiko di tingkat pelaksana.
Risk Officer Certification
02 / PENGGERAK
Kelola Risiko Berbasis Data
Dorong register risiko dan KRI agar berjalan berbasis data.
ROC + CRA + Data-Driven
03 / TRANSFORMASI
Tingkatkan Kematangan Risiko
Perkuat kemampuan lintas jabatan dan susun arah peningkatan.
ROC + CRA + CRP + 2 kelas pengayaan
In-houseDi lokasi organisasi Anda
DaringPembelajaran jarak jauh
BlendedKombinasi luring dan daring
Nilai investasi mengikuti jumlah peserta, kombinasi program, moda, lokasi, dan kebutuhan penyesuaian. Jadwal serta ketentuan final disepakati dalam penawaran.
SEBELUM MEMULAI
Ada yang ingin Anda ketahui?
Kenali cara belajar dan pilihan pelaksanaannya.
Seperti apa praktik dengan sistem Manpro?+
Peserta menggunakan studi kasus untuk berlatih menyusun register, menilai prioritas risiko, merancang mitigasi, dan membaca informasi pemantauan. Lingkup latihan mengikuti jenjang program. Akses sistem selama pelatihan dan kebutuhan penggunaan di organisasi dibahas dalam penawaran.
Apakah harus mulai dari Risk Officer?+
Tidak. Peserta dapat naik jenjang bertahap atau langsung mengikuti jenjang sesuai jabatan dan tanggung jawabnya, selama memenuhi persyaratan dasar skema di LSP.
Apa perbedaan jenjang sertifikasi dan kelas pengayaan?+
ROC, CRA, dan CRP dirancang dengan uji kompetensi melalui LSP. Data-Driven dan Risk Maturity berfokus pada penguatan kemampuan dengan sertifikat pelatihan Manpro. Identitas LSP, skema resmi, dan ketentuan sertifikasi akan dikonfirmasi sebelum pendaftaran.
Bisakah jadwal disesuaikan dengan agenda perusahaan?+
Bisa. Jadwal disusun bersama organisasi. Untuk Level 3, proposal mengusulkan pilihan dua blok, misalnya 2 × 2 hari, agar sesuai dengan agenda pimpinan. Moda uji kompetensi mengikuti ketentuan LSP.
Bagaimana data organisasi digunakan dalam kelas?+
Rancangan program menggunakan data yang dianonimkan, perjanjian kerahasiaan (NDA), dan pengaturan penggunaan materi. Kebutuhan data serta perlindungannya dibahas saat persiapan.
Bagaimana jika peserta dinyatakan Belum Kompeten?+
Peserta menerima umpan balik tertulis dan pendampingan, kemudian dapat mengajukan asesmen ulang sesuai ketentuan LSP. Ketentuan teknis dan biayanya dikonfirmasi terlebih dahulu.
Berapa biaya programnya?+
Investasi disusun berdasarkan jumlah peserta, kombinasi jenjang, moda, lokasi, dan penyesuaian studi kasus. Penawaran resmi disiapkan setelah kebutuhan serta rencana pelaksanaan dikonfirmasi.
MULAI DARI KEBUTUHAN ANDA
Mari mulai dari kebutuhan tim Anda.
Pilih program dan rencana peserta untuk menyiapkan diskusi pemetaan kebutuhan selama 60 menit.
Ringkasan untuk diskusi
Isi email kontak untuk menerima balasan Manpro. Setelah membuat ringkasan, pilih “Kirim lewat email”, periksa pesannya, lalu tekan Kirim di aplikasi email.